KITAB
SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja
Katolik | |
|
158. Beato Viktor III (1086-1087)
Viktor lahir di Monte Cassino dari keluarga Epifani dengan nama Daufari. Ia seorang pertapa benediktin dengan nama Desiderius. Sebelum menjadi paus, ia Kardinal Desiderius, Abbas dari Monte Cassino. Terpilih menjadi paus 24 Mei 1086 atas pilihan Paus Gregorius VII yang ia layani semasa paus itu terbaring hamper mati. Viktor seorang penurut yang bersifat mistikus dan kiranya cocok sebagai paus untuk memegang kekuasaan temporal secara khusus pada saat genting karena Kepausan sedang dalam perang terbuka dengan Raja Henri IV dan paus tandingan Klemens III. Ia sangat khawatir akan legalitas Gregorius yang diberika baginya tahun 1086. Karena itu ia berencana mengundurkan diri. Empat hari setelah pemilihan pertamanya, ia terbang ke Monte Cassino. Dia dipaksa dan ditahbiskan di Roma sebagai paus, setelah pengumuman kedua sebagai paus belum digubrisnya.
Ia kembali ke biara yang ia cintai di Monte Cassino. Setahun kemudian (1087) ia kembali ke Roma setelah memutuskan menerima jabatannya itu dari konsili yang ia undang di Capua. Segera sesudah penahbisannya, Viktor mengundang konsili lagi di Benevento. Konsili itu menegaskan pengekskomunikasian Klemens III paus tandingan, dan menyusun undang-undang tentang disiplin Gerejawi. Ia melanjutkan perjuangan Gregorius VII melawan pentahbisan awam sebagai imam. Sumbangannya yang terbesar ialah melancarkan Perang Salib untuk mengusir orang-orang muslim dari Tanah Suci. Serdadu-serdadunya tidak saja mengusir orang-orang muslim dari Tunis, membayar upeti kepda Takhta Suci di Roma, tetapi juga membebaskan para budak belian yang beragama Kristen dari penguasa orang-orang muslim.
Selama masa pontifikatnya, ia dibantu oleh Ratu Mathilda dan dilindungi oleh Robert Guiscard bangsawan Apulia. Namun Roma tidak menyukainya. Setelah beberapa lama ia menghabiskan waktunya di biara Pulau Tiber Monte Cassino dan di sana ia wafat pada 16 September 1087.
|